Sad Story di balik Sejarah hari Valentine -14 Februari

LITERASI MILENIAL
By LITERASI MILENIAL Februari 13, 2020 07:54

Sad Story di balik Sejarah hari Valentine -14 Februari

Related Articles

Halo sobat Literasimilenial.com

Sad Stroy di balik sejarah hari valentine

Kalau ditanya nih, coba kalian pikirkan satu kata yang mewakili bulan februari.

Satu kata yang kalau kalian atau orang lain sebutin langsung keingat sama coklat.

Atau mungkin keingat sama si doi atau gebetan yang lo suka. Satu kata yang buat lo mikir dan berimajinasi tingkat tinggi “Kira-kira, kado apa yang bakalan ku kasih buat si dia yak?

“Entar kalau kukasih ini, dia mau gak yak terima cinta ku, suka gak ya?”.

Yappp, dan yang paling gregetnya adalah, pada akhirnya lo tanya sana tanya sini, bahkan ada yang pergi konsultasi ke teman, orang terdekat dan sahabat bahkan sampai ke orang tua lo. hahaha

Ok, saya kasih waktu 30 detik dari sekarang. Silahkan diingat.

Sudah??

Yap, kalian bakalan bilang “Valentine” bukan?

Sejarah Hari Valentine
ilustrasi hari Valentine

Bulan Februari identik dan dikenal dengan perayaan hari valentine-nya. Salah satu perayaan yang dirayakan oleh seluruh umat di dunia termasuk di Indonesia.

Pada umumnya hari Valentine biasanya disebut sebagai hari kasih sayang. Moment-moment hari Valentine umumnya dirayakan dengan orang-orang tercinta seperti keluarga, suami dan istri, menghabiskan waktu bersama, bertukar hadiah atau kado, saling berkirim kartu ucapan bernadakan ungkapan kasih sayang.

Bahkan digunakan oleh pihak-pihak jombloers untuk nge-ngedekatin si doi yang mereka suka atau gebet.

Yaaa, pada akhirnya ada ceritanya yang happy ending bernasib beruntung dapat pacar baru dan sebagian cerita lainnya Bad Ending allias belum beruntung (mungkin kurang berusaha kali yakkk, hehe)

Sekedar short story dan berdasarkan pengalaman penulis dan beberapa teman dekat, dulu jaman-jamannya kuliah, hari valentine ini adalah hari dimana para laki-laki itu mulai mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari kartu ucapan lah, cokelat, bunga mawar, boneka, cincin, kalung dan apapun itu yang bakal diberikan kepada si doi yang mereka suka.

Sementara perempuan bersibuk diri menyolek diri mempersiapkan “kira-kira gaun apa ya yang akan kupakai di valentine nanti, supaya si doi tertarik dan semakin suka sama ku.

Dilain sisi, karena sifatnya diwajibpara jombloers tetap sih datang ke acara itu hanya modal badan dan diri sendiri.

Ya, that’s it. Simple dan keep calm, no more talking and I don’t care.

Euforia hari kasih sayang ini memang seringkali terasa ketika memasuki bulan Februari.

Bahkan lebih cepat sebelum Februari, Mall dan beberapa supermarket, tayangan iklan TV bahkan banyak online shop raksasa didominasi dengan hiasan bunga, pernak-pernik berwarna hati, diskon makan malam romantis, promosi dan iklan cokelat serta balon-balon yang menyemarakkan berbagai tempat.

Salah satu icon hari Valentine yang paling populer adalah coklat.

Sad Story di balik Sejarah hari Valentine -14 Februari 1
Ilustrasi Cokelat Valentine-credit by HIPWEE

Ya, itulah umumnya makna dari hari valentine yang banyak orang tahu bukan?

Nah, kamu tau nggak ternyata Valentine memiliki sejarah yang tidak happy ending alias “Menyedihkan” loh. 180 derajat terbalik dengan suasa valentine pada saat ini yang penuh dengan cinta dan romantisme.

Baca juga: Alasan Valentine Dirayakan Tiap 14 Februari

Nothing wrongs dengan hal itu, akan tetapi banyak orang tuh tidak tahu behind the story sejarah hari Valentine itu seperti apa.

Seperti apa sejarahnya dan apa maknanya?

Menurut pandangan kalian, bagaimana sih cara yang pantas untuk memaknai hari kasih sayang ini?

Supaya kalian paham, mari kita telusur seperti apa sejarah hari valentine dan makna yang terkandung di dalamnya?

Sejarah mengatakan bahwa moment euforia Valentine sekarang ini bermakna terbalik dengan awal terbentuknya hari valentine itu sendiri.

Berikut, berbagai versi yang menceritakan tentang sejarah hari Valentine (14 Februari).

Sejarah hari Valentine Menurut Legenda – Kematian St. Valentine Dan Kaisar Claudius II

Sad Story di balik Sejarah hari Valentine -14 Februari 2
Ilustrasi St.Valentine credit by Tribunnews.com

Dahulu hiduplah seorang hamba Tuhan bernama St.Valentine dari Roma yang kematiannya berakhir tragis.

Akhir hidup dari St. Valentine adalah dihukum dengan dipukuli dan berakhir dipancung pada tanggal 14 Februari 278 Masehi. Bentuk eksekusi ini merupakan sebuah hukuman karena St.Valentine dianggap menentang kebijakan seorang Kaisar bernama Claudius II.

Sad Story di balik Sejarah hari Valentine -14 Februari 3
Ilustrasi Kaisar Claudius II credit by Wikipedia

Berdasarkan sejarah, Kaisar Claudius II dikenal sebagai sosok raja yang sangat kejam setelah berhasil membuat Roma terlibat dalam berbagai perang dan pertempuran berdarah.

Kaisar ini menginginkan agar Roma selalu menang dalam peperangan. Hal ini tentunya berhubungan dengan kualitas tentara dan pasukan-pasukannya. Sang Kaisar harus menunjukkan memiliki tentara yang kuat.

Namun hal tersebut ternyata sulit untuk diwujudkan, karena menurut sang Kaisar para tentaranya tidak rela pergi ke medan perang karena terikat pada istri atau kekasih mereka. Sebagai jalan pintasnya, sang kaisar Claudius II menyatakan sebuah larangan untuk semua bentuk pernikahan serta pertunangan yang ada pada Roma.

Sayangnya St.Valentine ini sangat menentang kebijakan tersebut. Secara diam-diam, ia berusaha menikahkan pasangan muda-muda sebagaimana yang seharusnya. Bad story-nya adalah informasi ini didengar dan ketahuan oleh sang kaisar Claudius II.

Karena telah berani melanggar aturan sang kaisar, maka St.Valentine pun ditahan serta dihukum dengan dipukuli dan berakhir pada hukuman pemenggalan kepala (dipancung).

Sejarah St.Valentine ini memang lebih banyak dipercaya publik, karena legenda yang beredar menyebutkan bahwa Valentine meninggalkan catatan perpisahan untuk putri penjaga penjara yang menjadi temannya.

Untuk mengenang jasa dan peristiwa ini, maka orang-orang sekitar akhirnya membuat sebuah tanda peringatan bahwa setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari Valentine.

Dia menuliskan “From Your Valentine”, sebuah tulisan yang banyak menginspirasi dan akhirnya menjadi populer.

St.Valentine kemudian dijuluki sebagai martir atau orang suci. Bahasa Yunani yang artinya saksi atau orang yang memberikan kesaksian, dipakai untuk orang yang berkorban sampai mati demi kepercayaannya.

Sad Story di balik Sejarah hari Valentine -14 Februari 4
Ilustrasi surat St.Valentine credit by Patience & Patiens

Baca juga:Valentine Dilarang di Banda Aceh, Polisi Dikerahkan untuk Pengamanan

Ada juga versi lain yang menjelaskan terbentuknya hari Valentine. Simak semua.

Festival Lipercalia

Berdasarkan paparan dari situs resmi America’s Library, hari Valentine merupakan gabungan tradisi dari Romawi kuno dan Kristen. Cerita lainnya mengatakan bahwa Valentine berasal dari sebuah festival, yaitu Lipercalia

Beberapa versi yang menyatakan berita ini, namun sampai saat ini masih belum tahu cerita mana yang memang benar-benar mutlak dari hari valentine.

Festival Lupercalia ini menjadi tradisi bangsa Romawi kuno yang tidak terlepas dengan hal-hal yang berbau seks.

Kebenaran ini pernah ditulis oleh J.A North dalam The Journal of Romance to this volume 98 2008. Selain itu Lupercalia merupakan tradisi nenek moyang Romawi kuno yang tidak bermoral dan tidak melambangkan kehangatan atau kasih sayang sama sekali. Namun pada sebuah waktu tradisi ini diubah menjadi lebih baik.

Awalnya, orang-orang Romawi merayakan pesta Lupercalia, festival di musim semi pada tanggal 15 Februari. Saat masuknya agama Kristen, hari itu dipindah menjadi tanggal 14 Februari untuk menghormati martir yang bernama Valentine.

Versi lainnya

Menurut History.com di masa itu, ada seorang martir bernama Saint Valentine yang terbunuh karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi. Valentine, yang merupakan imam Romawi, dipenggal pada abad ketiga.

Beberapa legenda juga menyebutkan sejarah hari valentine bahwa St.Valentine jatuh cinta dengan seorang wanita yang mengunjunginya selama di penjara. Dia selalu menulis surat untuk si dambaan hati dengan tanda pengirim,
From your Valentine it means ‘Dari Valentine-mu’

Orang-orang di masa itu lalu memperingati hari ini sebagai bentuk penghormatan pada kematian tragis Valentine.

Meski awalnya tak berkaitan dengan perasaan cinta, seiring berjalannya waktu Hari Valentine diasosiasikan dengan cinta di Abad Pertengahan.

Perubahan konsep ini terjadi lantaran banyaknya kerajaan di Eropa yang terpengaruh gagasan mengenai cinta. Tak ayal, mereka mulai merayakan Valentine dengan cara yang lebih ceria dan romantis.

Inggris dan Prancis bahkan mengaitkan 14 Februari dengan awal musim kawin burung. Kisah cinta burung ini semakin membuat Valentine yang awalnya kelam kian romantis. Seorang penyair terkenal, Geoffrey Chaucer, membuat cerita ini dalam sajak puisinya.

Ungkapan puisi romantis Chaufer itu bertebaran dalam kartu ucapan yang muncul di abad ke-19. Diberitakan Time, pada periode ini muncul tradisi memberikan hadiah kepada orang yang disayangi. Tradisi itulah yang berlanjut hingga saat ini.

Selamat Hari Valentine readers.

Have a nice day

loading...
LITERASI MILENIAL
By LITERASI MILENIAL Februari 13, 2020 07:54
Write a comment

1 Comment

  1. Anto Februari 13, 20:04

    nice mr.

    Reply to this comment
View comments

Write a comment

<

Artikel Terbaru

    No posts where found

Arsip Bulanan

Komentar Terbaru

  • orang cantik

    orang cantik

    mantap

    View Article
  • sadgirl

    sadgirl

    ngebantu kerja mindmapp sih :), fighting mr!!!

    View Article
  • Ando

    Ando

    Situs ini gak mau di pakein DMCA kah? supaya terhindar dari pihak pihak yang copy paste illegal

    View Article
  • warga +62

    warga +62

    tidak apa apa nomor 72 yg penting Indonesia berada di peringkat 1 dalam tingkat kesantuyan .

    View Article
  • Agung

    Agung

    Diproteksi kata sandi

    View Article