Literasi Indonesia peringkat 72 dari 77 negara PISA 2018

Halo sobat readers Literasimilenial.com

Kami senang sekali nih, kalian mampir di artikel ini.

Barangkali kalian sedang membutuhkan informasi tentang literasi atau data literasi Indonesia. Nah, kami akan membantu kalian dengan membahas tuntas seputar literasi.

Pernahkah kamu mendengar istilah Literasi sebelumnya?

Apakah kamu tahu apa itu literasi?

Kalau seandainya ditanya, sebutkan satu kata yang mendeskripsikan apa itu literasi?

Atau apakah kamu sudah mengetahui peringkat literasi Indonesia menurut PISA 2018?

Literasi Indonesia peringkat 72 dari 77 negara PISA 2018

Langsung saja yuk, simak pembahasannya di bawah.

Secara umum, kata ini bukanlah istilah yang baru. Hanya saja bagi sebagian orang, kata ini mungkin sedikit asing di telinga. Tidak sedikit kok yang kalau ditanya, “apa itu literasi” masih bingung dan tidak tau apa-apa.

Bisa dibilang, istilah literasi memiliki makna yang sederhana, tapi kompleks dan dinamis juga (berubah-ubah sesuai perkembangannya)

Dilansir dari Wikipedia, Literasi adalah istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Sederhananya, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa.

Menurut penulis sendiri, satu kata yang mewakili literasi adalah berpikir (reasoning). Pada saat seseorang berpikir, secara eksplisit (KBBI) ia sedang melakukan pertukan ide. Itulah prinsip dasar literasi. Ketika kita membaca buku, kita akan mendapatkan suatu ide baru di otak kita, lalu mendiskusikannya dengan orang disekitar kita, melakukan improvisasi dan menciptakan atau mengkreasikan ide baru

Namun perlu diingat, ketika kita sekedar membaca buku dan ide tersebut stuck alias berhenti di otak kita dan perlahan akan segera dilupakan (Sesesuatu yang bersifat short term atau memori jangka pendek)., kemudian tidak pernah take action, itu bukanlah literasi.  

Literasi pada dasarnya adalah berpikir dan bertukar ide.

Membaca buku, artikel dan jurnal kemudian melakukan dialog, diskusi, menulis ulang dengan menggunakan paraphrase dari hasil bacaan tersebut dan mempostingnya di media sosial seperti facebook atau mungkin menonton youtube juga adalah bagian dari literasi.

Contoh lainnya yaitu ketika kalian menonton film dan melakukan review atau mengulas kembali film tersebut itu juga merupakan bentuk dari literasi.

Data & Fakta Literasi Indonesia

“Kita orang Indonesia belum menjadikan literasi sebagai budaya kita” 

Maksudnya apa ya?

Kita orang Indonesia belum menjadikan literasi sebagai budaya kita, alhasil banyak sekali ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi di negara tercinta ini, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, penyebaran dan korban hoaks, kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dan sebagainya.

Selain itu, masih banyak juga daerah-daerah di Indonesia yang minat bacanya masih rendah dan lebih banyak yang tertarik dengan bermain game dari pada membaca.

Mari kita lihat data dan fakta kualitas dari literasi di Indonesia berikut.

Barangkali kalian sudah tau sebelumnya, tetapi data berikut barangkali akan mengejutkan kalian. Bagi penulis sendiri, hal ini sangat memalukan dan tentunya sangat miris sekali.

Fakta Pertama :

Literasi Indonesia peringkat 62 dari 70 negara PISA tahun 2015

Hasil tes dan survey PISA pada tahun 2015 yang melibatkan 540.000 siswa di 70 negara menyatakan bahwa Singapura adalah negara yang menduduki peringkat 1 untuk ketiga materi sains, membaca, dan matematika.

Sedangkan Indonesia mendapatkan ranking yang tergolong sangat rendah. Berturut-turut rata-rata skor pencapaian siswa-siswi Indonesia untuk sains, membaca, dan matematika berada di peringkat 62, 61, dan 63 dari 70 negara yang dievaluasi

Literasi Indonesia peringkat 72 dari 77 negara PISA tahun 2018

Berdasarkan data PISA tahun 2018, Indonesia secara berturut-turut di tiga bidang, yaitu matematika, sains dan membaca berada pada peringkat 71 dari 77 negara yang dievaluasi. Baca selengkapnya

Ranking dunia PISA tahun 2018
Ranking dunia PISA tahun 2018
Literasi Indonesia peringkat 71 dari 77 negara PISA tahun 2018
Literasi Indonesia peringkat 72 dari 77 negara PISA tahun 2018

Peringkat literasi Indonesia untuk kategori literasi atau Membaca ada di ranking 72 dari 77 negara, alias urutan ke 6 terbawah.

Indonesia hanya ada di atas negara-negara seperti Kosovo (baru merdeka tahun 2008), Filipina, Lebanon dan Maroko.

Kita bahkan masih di bawah Macedonia Utara (baru ganti nama dari Macedonia di tahun ini dan baru merdeka tahun 1991) dan Georgia.

Jika dibandingkan di Asia Tenggara, Indonesia ada di bawah negara Thailand dan Singapura

Fakta Kedua:

Peringkat Literasi Indonesia berdasarkan “World’s Most Literate Nationss” di-publish pada Maret 2016, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara yang berpartisipasi.  Negara kita berada satu peringkat di atas negara Bostwana, sebuah negara kecil di wilayah benua Afrika.

Fakta Ketiga: Minat baca yang kurang

Dilansir dari KOMPAS.com. Baca selengkapnya

Rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku kurang dari sejam perharinya. Selengkapnya.

Rendahnya minat baca di Indonesia
ilustrasi minat baca

Secara umum, minat baca anak di Indonesia masih sangat rendah. rata-rata anak di Indonesia hanya membaca 3 buku setiap tahunnya. Dapat dilihat juga dari gambar di bawah bahwa adanya gap besar masing-masing pulau di Indonesia akan minat baca.

Ilustrasi litersai minat baca anak di Indonesia.
Ilustrasi literasi Indonesia minat baca anak di Indonesia.
  • Jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia per tahunnya adalah 30.000 eksemplar atau judul
  • Hanya 1% saja yang suka membaca dan 99% tidak suka membaca (lebih suka bermain gadget, games, sosial media, dll
  • Manajemen waktu setiap minggunya
    1. Membaca hanya 6 jam
    2. Menggunakan smartphone selama 21 jam
    3. Menonton TV selama 24 jam
    4. jam tidur 49 jam
    5. dll
  • Ranking perpustakaan Indonesia di dunia adalah ranking 36
  • Buku yang dibaca setiap tahunnya
    • USA: 15 buku
    • Jepang: 10-15 buku
    • Rata-rata negara Asia: 1-3 buku
    • Indonesia: 0-1 buku

Coba perhatikan data di bawah ini.

Ilustrasi literasi atau minat baca di Indonesia
Ilustrasi literasi Indonesia atau minat baca di Indonesia. dilansir dari Kurio

Info selengkapnya tentang Literasi Indonesia klik disini

Fakta Keempat: Penyebaran Isu-isu Hoax

Siapa sih yang tidak kenal dengan istilah Hoaks?

Indonesia sudah berapa kali di adudomba dengan berita-berita hoaks. Terutama dalam bidang politik, kesehatan dan yang paling sensitif adalah SARA.

Ada banyak sekali-pihak yang kurang bertanggungjawab menyebarkan berita hoaks sebagai senjata untuk memecahbelah Indonesia ini, berusaha mengubah paradigma dan ide mengikuti kelompok-kelompok tertentu dan lain sebagainya.

Kenapa bisa demikian?

ya, semuanya itu disebabkan karena kita masih banyak yang belum melek informasi. Kemampuan literasi dan mencari informasi nya masih sangat rendah, sehingga gampang sekali “termakan” berita-berita palsu.

Isu hoax paling banyak
isu hoax paling banyak. Detikinet
Isu hoax paling banyak
Isu hoax paling banyak

Isu-isu Hoax akan sangat cepat menyebar dan mendapatkan banyak korban jika kita tidak memiliki kemampuan literasi yang baik.

Jaman sekarang ini berita-berita hoax cepat sekali menyebar terkhusus dari media social Whatsapp, facebook, Instagram dan lain sebagainya.

Perhatikan contoh hoax berikut:

Literasi Indonesia peringkat 72 dari 77 negara PISA 2018 1
Ilustrasi bumbu mi instan picu kanker. Detikcom

Jika kita meneliti kebenaran dari pernyataan ini dengan melakukan literasi yang baik dan benar, maka kita tidak akan terjerat berita hoax ini.

Perilaku orang Indonesia di Internet lebih cenderung dan banyak menghabiskan waktunya di Konten komersial seperti online shop dan konten-konten sosial media.

ilustrasi perilaku pengguna Internet di Indonesia
ilustrasi perilaku pengguna Internet di Indonesia

Tentunya ini sangat memprihatinkan dan menyayat hati bukan.

 Hal ini bukanlah salah pemerintah semata-mata ya, bukan juga sekolah maupun universitas. Kita semua adalah bagian daripada itu.

Untuk itu kita perlu melakukan refleksi dan evaluasi baik terdapat diri sendiri (self reflection)  maupun sistem pendidikan kita yang cukup “bobrok” ini dalam rangka upaya membangun dan mengembangkan budaya literasi di Indonesia.

Kalau kalian sedang mengerjakan suatu makalah atau karya ilmiah, barangkali kalian bisa menggunakan beberapa fakta dan data di atas sebagai bagian dari latar belakang dan rumusan masalah kalian.

Rumusan Masalah karya ilmiah atau makalah

  1. Apa hubungan literasi dengan generasi milenial
  2. Bagaimana peran literasi di dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan
  3. Bagaimana peran literasi terhadap kehidupan suatu negara terkhususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, budaya, kedokteran dan kesehatan, lingkungan dan lain sebagainya.
  4. Apa dampak positif dari literasi terhadap generasi milenial
  5. Apa dampak negatif dari literasi terhadap generasi milenial
  6. Bagaimana peran literasi di dalam memberantas tindakan plagiarism
  7. Bagaimana peran literasi di dalam memberantas penyebaran hoaks
  8. Mengapa Indonesia belum menjadikan literasi sebagai budaya
  9. Mengapa tingkat literasi Indonesia rangking 62 dari 63 negara
  10. Bagaimana cara atau solusi meningkatkan dan menumbuhkan budaya literasi di Indonesia
  11. Dll

Baiklah, supaya kalian lebih memahami apa itu literasi secara kompleks, mari kita jabarkan satu persatu.

Pengertian, tujuan, manfaat, jenis dan prinsip dari literasi menurut para Ahli.

Dalam bahasa Inggris nya, literasi disebut dengan “Literacy”.

Secara etimologis kata literasi berasal dari bahasa Latin “literatus” yang bermakna “orang yang belajar”, digeneralkan dengan proses membaca dan menulis.

Literasi adalah kemampuan (ability) seseorang di dalam mengolah (Me-manage) dan memahami (understanding) informasi saat melakukan proses membaca, menulis, menonton, berdialog atau berkomunikasi.

Sebelumnya, literasi  didefinisikan hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin modern, istilah literasi sudah digunakan dalam arti yang lebih kompleks dan lebih bermakna, bahkan menjadi suatu budaya atau culture oleh negara-negara tertentu.

Sekarang ini, pandangan atau paradigma baru tentang literasi sudah lebih bermakna dan bervariasi jenisnya. Diantaranya adalah literasi digital yang menggunakan teknologi komputer dan media lainnya, sains dan lain sebagainya.

Prinsip dasar ber-literasi bukan lagi sekedar kemampuan (ability) membaca dan menulis saja, melainkan mencakup beberapa kemampuan dan keterampilan berpikir tingkat tinggi lainnya atau HOTS (High Order Thinking skill).

Diantaranya adalah kamampuan memahami (understanding), keterlibatan (engagement), analisis (analysis), berpikir kritis dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Apa itu HOTS dan LOTS.

 

1.Menurut Kemendikbud-Muhadjir Effendy

Dilansir dari website resmi Kemendikbud: Literasi lebih dari sekedar membaca buku.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam diskusi kelompok terkumpun Gerakan Literasi Nasional 2019 (Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu 21/08/2019), menyampaikan bahwa fundamental dari semua gerakan pendidikan adalah literasi. Beliau mengingatkan supaya makna literasi tidak di reduksi atau dibatasi sekadar membaca buku saja.

Pada saat seseorang membaca teks atau tulisan, seharusnya orang tersebut memiliki perspekstif yang baru dan kemudian take action membuat karya baru dan sekiranya menjadi suatu proses atau pemahaman sepanjang hayat (enduring understanding).

Beliau berharap agar program literasi yang dijalankan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Bagaimana menanamkan sikap positif gemar membaca, menulis, berimajinasi kepada setiap siswa, termasuk guru sebagai pendidik, tutor dan segenap masyarakat Indonesia.

Terkhusus di dalam dunia pendidikan, seharusnya guru dapat merangsang, mengarahkan dan membimbing siswa untuk berkreasi (menciptakan) suatu produk dari referensi-referensi yang dibacanya. Ditambahkan juga bahwa literasi itu harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa (HOTS) yaitu 4C (Critical thinking, Communication, collaboration dan Creativity).

2. Menurut Elizabeth Sulzby

Literasi menurut Elizabeth Sulzby tahun 1986 adalah kemampuan (ability) berbahasa yang dimiliki oleh seseorang ketika berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Sederhananya, literasi yaitu kemampuan membaca dan menulis.

3. Menurut Harvey J. Graff

Menurut Harvey J. Graff “2006”, Literasi adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca.

4. Menurut Jack Goody

Menurut Jack Goody, Literasi adalah suatu kemampuan seseorang dalam membaca dan juga menulis.

5. Menurut Merriam – Webster

Menurut kamus online Merriam – Webster, Literasi adalah suatu kemampuan memahami tulisan di dalam diri seseorang dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

6. Menurut UNESCO

Literasi menurut organisasi PBB UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization” adalah seperangkat keterampilan (skills) nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis, terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu didapatkan serta siapa yang memperolehnya.

7. Menurut Alberta

Menurut Alberta, Literasi adalah kemampuan (ability) membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan ketrampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

8. National Institute for Literacy

Literasi menurut National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini bersifat kontekstual (tergantung situasi dan kondisi), lebih kepada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.

9. Education Development Center (EDC)

Literasi  menurut Education Development Center (EDC) adalah lebih dari sekedar kemampuan baca tulis, melainkan kemampuan seseorang untuk menggunakan dan mengembangkan semua potensi dan skill (softskill dan hardskill) yang dimiliki di dalam hidupnya.

10. Kepala Perpustakaan Nasional Rebublik Indonesia (PNRI)

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional Rebublik Indonesia (PNRI), Muhammad syarif Bando di dalam sebuah kegiatan Forum Diskusi Bakohumas peluncuran buku “Perpustakaan Nasional RI: ikon peradaban dan pengetahuan” Jakarta, 6 Desember 2019 menyatakan bahwa  “Literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang”

Beliau menyatakan bahwa terdapat 4 tingkatan atau tahapan dari literasi. diantaranya:

1.Literasi adalah kemampuan mengumpulkan sumber-sumber bahan bacaan yang memadai untuk generasi kita sehingga mereka nanti akan menjadi seorang profesional.

2. Kemampuan memahami apa yang tersirat dari yang tersurat. Literasi tidak sekedar memiliki bahan bacaan saja. Literasi tidak sekedar mengerti apa yang tersirat dan yang tersurat, tetapi yang penting adalah “Bagaimana menggunakan ide-ide, gagasan-gagasan dan inovasi baru.

3. Literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang bisa dipakai di dalam kehidupan bermasyarakat. Point ini sangatlah penting sekali. Kita segenap bangsa Indonesia terkhususnya dalam dunia pendidikan ditantang untuk merekonstruksi sistem pendidikan kita yang masih belum maksimal, apalagi kan hari ini kita sudah berada pada Revolusi Industri 4.0.

Baca juga: Apa itu Revolusi Industri 4.0

Hal ini sejalan dengan visi misi Bapak Presiden Republik Indonesia, yaitu menciptakan sumber daya yang unggul dan membangun Indonesia maju.

Tidak mungkin Indonesia maju tanpa adanya upaya perubahan dan produksi massal. Bapak presiden menekankan: bagaimana kita berpikir tentang produksi massal untuk bisa menguasai pangsa pasar dunia. Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju, menjadi negara eksportir terbesar dan bukan negara importer

Sebagai contoh dari literasi adalah bagaimana negara-negara maju menguasai pangsa pasar dunia, terkhususnya dunia teknologi.

Misalnya adalah merek-merek smartphone atau android Samsung, Oppo, Vivo, Realme, Iphone dan lain sebagainya. Contoh lainnya adalah bagaimana persaingan perusahaan raksasa dalam bidang penerbangan yakni Boeing dan Airbuss menciptakan pesawat terbaik mereka untuk dipasarkan dan didistribusikan hampir ke semua negara, termasuk Indonesia.

Tujuan, Manfaat, Jenis dan Prinsip Literasi.

Pernah mendengar istilah ini?

“The more you learn, the more you earn”

Warrent Buffet

Silahkan di translate sendiri dan coba dijawab di kolom komentar sobat readers.

Penulis yakin ketika sobat readers sudah memahami apa itu Literasi, pasti sobat sudah dapat dong kira-kira apa tujuan dari literasi bukan? Sederhananya, tujuan literasi adalah belajar mandiri. Namun berikut dijabarkan tujuan dan manfaat dari literasi secara kompleks:

1. Meningkatkan dan memperluas pengetahuan (knowledge) dan kecerdasan intektual (IQ atau Intelegent Quotion) seseorang

2. Meningkatkan kemampuan dan pemahaman seseorang dalam membuat kesimpulan dari informasi yang dibaca serta menciptakan ide atau gagasan-gagasan baru yang inovatif.

 3. Meningkatkan kemampuan seseorang untuk memberikan penilaian kritis (critical thinking and profesional judgment) terhadap suatu karya bahan bacaan atau sumber lainnya serta memiliki pembendaharaan kata yang luas.

 4. Menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti (ahlak dan sikap) serta kecerdasan Emosi (EQ atau Emotional Quotion) yang baik di dalam diri seseorang.

 5. Meningkatkan dan menambah nilai-nilai kepribadian dan keterampilan (softskill dan hardskill)  seseorang.

 6. Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat

7. Membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan maju

8. Meningkatkans taraf hidup masyarakat yang lebih baik, adil, sejahtera, aman dan tentram serta makmur dalam segala bidang

9. Mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran

10. Mengurangi dan meminimalisir penyebaran hoaks atau berita bohong/palsu.

11. Dll.

Jenis-jenis literasi

Berikut adalah jenis-jenis literasi yang dikenal di jaman sekarang ini sesuai dengan perkembangannya.

1.Literasi Sekolah

Sudah seharusnya kegiatan literasi dipupuk sejak kita sekolah mulai dari SD, tidak hanya siswa melainkan guru dan semua warga sekolah. Kalau kamu adalah seorang siswa, penulis yakin pasti kalian sering sekali membaca buku bukan, terkhususnya buku pelajaran.

JIka menurutmu, sekolah mu belum mengadakan kegiatan literasi sekolah, ada baiknya kamu mencoba untuk mengajukan dan menanyakannya kepada guru kalian.

Nah, kali ini kami coba memberi tantangan buat kalian nih, gimana caranya meningkatkan literasi sekolah.

1.Punya jadwal rutin untuk mengunjungi perpustakaan.

2.Membaca setidaknya satu buku per minggu.

3.Membuat pohon literasi di setiap kelas.

4.Membuat mading per kelas dan papan mading di sekolah.

5. Membuat read corner lain, tak hanya di perpustakaan saja.

2.Literasi Digital

Penelitian menggunakan internet
ilustrasi penggunaan internet

Semakin berkembangnya jaman, orang-orang lebih cenderung membaca atau mendapatkan informasi itu menggunakan teknologi seperti handphone, e-book, komputer dan internet dibandingkan dengan membaca buku biasanya. Nah, inilah yang disebut dengan literasi digital.

Bahan anak kecil saja sudah semakin banyak yang sudah mengalami transisi menggunakan dan ikut terlibat ke dalam dunia digital.

Coba kalian perhatikan, banyak sekali anak-anak jaman now (istilahnya bocil-bocah cilik) yang masih dibawah umur sudah bermain tiktok, game freefire dan mobile legend, nonton drama korea, jadi fans berat KPOP, punya email atau akun game dan lain sebagainya.

Literasi digital yang lebih bervariasi dengan teks, gambar, video, animasi lebih disukai oleh banyak orang dari pada membaca buku dengan metode tradisional.

Pada hakikatnya, teknologi dan literasi digital seharusnya menjadi alat bantu dan sesuatu yang positif  untuk membantu dan meningkatkan kualitas dan taraf hidup seseorang menjadi lebih baik. Namun faktanya, tidak sedikit juga orang-orang jaman now yang menyalahgunakan pemakaian teknologi dan digital, terpapar dengan hal-hal yang negatif seperti pornografi, kecanduan game dan lain sebagainya.

3. Literasi Kesehatan

Literasi kesehatan merupakan kemampuan dan keterampilan untuk mencari, mengolah serta memahami informasi mengenai kesehatan serta jenis-jenis layanan di dalam bidang kesehatan.

4.Literasi finansial

Literasi finansial adalah kemampuan dan keterampilan di dalam mendapatkan informasi serta membuat keputusan yang efektif di dalam mengelola, memanajemen keuangan dan lain sebagainya.

5. Literasi Data

Literasi data adalah kemampuan dan keterampilan di dalam mendapatkan informasi atau data kemudian mengelola dan menganalisis data

6.Literasi Visual

Literasi visual ialah kemampuan menafsirkan, berkreasi berimajinasi mengembangkan ide dan makna dari informasi yang berbentuk gambar visual. Literasi visual bisa juga kita artikan sebagai kemampuan dasar di dalam menginterpretasikan teks yang tertulis menjadi interpretasi dengan produk desain visual seperti video atau gambar bergerak.

7. Literasi Teknologi

Literasi teknologi adalah kemampuan dan keterampilan seseorang untuk bekerja secara efektif dan efisien, penuh tanggung jawab dan tepat dengan menggunakan teknologi untuk mencari, mengelola, dan taking action, mengevaluasi serta berkreasi dan berinovasi.

Penutup

Semoga artikel ini bisa membantu mu, menambah wawasan, membukakan cara berpikir atau mindsetmu mu menjadi seseorang yang lebih baik, terampil dan dapat menjadi berkat bagi sekitar mu. Ingatlah Quote dari Warrant Buffet ini:

“The more you learn, the more you earn” artinya semakin banyak kamu belajar maka semakin banyak yang akan kamu dapatkan, sebab proses tidak akan menghianati hasil. 

Silahkan share artikel ini ke orang-orang di sekitar mu supaya semakin banyak orang yang terberkati, karena sharing adalah tindakan sederhana menuju perubahan. Silahkan juga beri kami masukan, pertanyaan, jawaban atau mungkin pengalaman mu tentang judul artikel ini di kolom komentar ya.

Salam.

LITERASI MILENIAL

Content Creator, Entrepreneur & Creativepreneur

Mungkin Anda Menyukai

2 tanggapan untuk “Literasi Indonesia peringkat 72 dari 77 negara PISA 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DATA COVID-19 di INDONESIA