Kamu Jenius atau Cerdas? Yuk, cek 12 ciri-ciri orang jenius?

LITERASI MILENIAL
By LITERASI MILENIAL Januari 26, 2020 18:58

Kamu Jenius atau Cerdas? Yuk, cek 12 ciri-ciri orang jenius?

Related Articles

Halo sobat Literasimilenial.com

Tahukah kamu perbedaan antara Jenius dan pintar? atau ciri-ciri orang jenius

Pengertian

Menurut KBBI, Jenius adalah Kemampuan atau bakat luar biasa dalam berpikir dan mencipta. Sedangkan pintar adalah pandai, cerdik alias banyak akal atau mahir di dalam melakukan sesuatu.

Jenius adalah sebuah kemampuan intelektual di atas rata-rata. Bukan hanya di bidang akademik, tetapi di berbagai aspek lainnya.

Terlihat sama bukan? Namun pada dasarnya sangat berbeda.

Kali ini kita khusus akan membahas tentang jenius saja.

Nah, apakah kalian termasuk orang jenius atau tidak ya?

Pada dasarnya, jenius dan pintar berkaitan dengan tingkat IQ (Intelegent Quotient) seseorang.

Menurut Wikipedia, IQ adalah istilah umum yang mendeskripsikan kemampuan (ability) seperti bernalar (reasoning), merencanakan, memecahkan masalah (problem solving), berpikir abstrak, memahami (understanding), bahasa, daya tangkap dan belajar.

Intelegent Quotient atau IQ merupakan skor hasil dari beberapa tes yang dirancang untuk mengukur kecerdasan seseorang di dalam kelompok usianya.

IQ diyakini satu-satunya aspek penentu keberhasilan seseorang.

Namun kini banyak di tambahkan aspek lain yang menentukan keberhasilan seseorang, seperti disiplin diri, emotional Intelegent (EQ) dan spiritual Quotation (SQ).


Korelasi IQ dengan ciri-ciri orang jenius

Albert Einstein, seorang jenius penemu teori relativitas disebut memiliki IQ dengan rentang 160-190.

Sedangkan fisikawan dan kosmolog Stephen Hawking diberkahi IQ yang diperkirakan mencapai 160. Di kutip dari BeritaSatu.com

2 tokoh di atas menjadi lagenda karena pemikirannya berkontribusi terhadap keilmuan dan peradaban manusia.

Einstein penemu teori relativitas yang menjadi teori dasar dari seluruh teori fisika modern. Ia juga menemukan reaksi nuklir, yang belakangan ia sesali karena telah memicu penemuan bom nuklir yang digunakan sebagai senjata perang.

Sementara Stephen Hawking dengan buku-nya yang sangat fenomenal “A Brief history of time” yang dipublikasikan tahun 1988 yang menjelaskan segala temuannya di bidang fisika termasuk teori big bang.

IQ sejak pertama kali diperkenalkan pada 1869 oleh Sir Francis Galton.

IQ menjadi acuan untuk mengukur kecerdasan manusia. Metode ini menjadi alat utama yang digunakan di dunia pendidikan dan kerja untuk menentukan seberapa cerdas satu dengan yang lainnya.


Kategori IQ (Intelegent Quotient) -dilansir dari Beritasatu.com

RENTANG KATEGORI
90-109 IQ Rata-rata
100-119 IQ Diatas rata-rata
120-129 Superior
>130 Very Superior
145-165 Jenius

 

Para penerima nobel umumnya memiliki IQ di range 145-165.

Namun penelitian terakhir menentang norma yang telah mapan di dunia psikologi tentang bagaimana IQ menjadi lambang kecerdasan manusia.

IQ hanya mewakili satu sisi fungsi otak manusia. Penelitian Roger Highfield yang dimuat di dalam jurnal neuron menjelaskan bahwa tolak ukur kecerdasan dilihat dari 3 hal, yaitu: Memori jangka pendek, pemikiran dan kemampuan verbal.

Studi menemukan ketiganya saling terkait menjadi faktor yang menentukan kecerdasan manusia.

Manusia adalah mahluk unik yang kemampuannya tidak bisa saling dibandingkan.

Klaim bahwa IQ tidak menentukan kecerdasan juga dibuktikan oleh Dr.Adrian Owen, Peneliti senior di Canada Research Cognitif in Neuro sains and Imagine ini juga menemukan bahwa kecerdasan tidak ada hubungannya dengan keturunan atau genetic atau ras tertentu.

Lalu dapatkah orang cerdas dikenali dari perilakukanya sehari-hari. Penelitian yang dipublikasikan dalam journal OF Personality and social psychology menemukan bahwa:

Orang yang berani untuk mengkritik dirinya sendiri adalah orang yang cerdas.

Apakah kamu tahu, bahwa orang-orang jenius itu memiliki tanda-tanda yang unik loh.

Pernah gak lihat teman kamu atau mungkin kamu sendiri yang cepat sekali memahami sesuatu hal atau task yang rumit dan lihai di suatu bidang tertentu?

Orang cerdas menerima kekurangan dan menjadikannya dorongan untuk belajar lebih baik. Universitas Michigan menemukan bahwa orang cerdas biasanya belajar cepat dari kesalahannya.

Orang cerdas memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ini adalah jalan masuk menuju pengetahuan.


Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Individual Differences menemukan bahwa orang yang nilai IQ nya lebih tinggi cenderung lebih penasaran dan terbuka terhadap gagasan baru, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang alam semesta.

Penelitian di University Penselvenia menemukan bahwa orang cerdas cenderung melihat segala sesuatu dari perspektif lain ketimbang hanya menerima satu sudut pandang saja.

Orang cerdas memang lebih percaya diri dengan pendapat mereka, tetapi tidak manipulatif. Justru orang dengan IQ di atas rata-rata tidak berpikir bahwa dirinya pintar.

Pengakuran pintar biasanya datang dari mereka yang IQ nya rendah. Hal ini disebut dengan fenomena The Downing Crugger Effect.

Penelitian Downing dan Crugger menemukan orang yang selalu berbicara berlebihan dan dibesar-besarkan cenderung memiliki IQ di bawah rata-rata.

Orang yang cerdas mampu merangkai kata dan juga mengukur apa yang orang lain katakan. Hal ini karena mereka mampu berempati dan menyelaraskan emosi dengan orang lain hingga memungkinkan melihat dunia dari sudut pandang orang lain.

Penelitian yang dipublikasikan Pshicology Sains menunjukkan bahwa orang cerdas memiliki control diri yang kuat dan biasa menolak keputusan yang impulsif (bertindak tanpa berpikir panjang). Mereka menuggu lebih lama untuk menghasilkan keputusan yang tepat. Orang cerdas juga tidak bermasalah dengan kesendirian.

Berdasarkan penelitian dan survei, orang dengan IQ rendah dan menengah umumnya merasa tidak bahagia tinggal di tempat sepi.

Sementara orang cerdas mengalami tingkat kepuasan yang rendah ketika bersosialisasi.  

Orang cerdas juga tidak tahan dengan kebisingan karena merasa terganggu dan membuat kurang fokus.


Apakah kamu bagian dari orang-orang jenius?

Well, orang jenius memiliki kebiasaan-kebiasaan yang unik. Bahkan kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa mereka adalah jenius.

Mungkin mereka ada disekitar mu atau jangan-jangan kamu adalah termasuk orang jenius.

Berikut adalah 12 kebiasaan orang jenius versi Literasimilenial.com

Simak ciri-ciri orang jenius berikut ini.

1. Tidak mau dikekang aturan

Orang jenius tidak mau dikekang aturan. Orang jenius adalah tipe orang yang berpikir bebas alias free. Sangat menghargai hak kebebasan setiap individu dan ingin melakukan apa yang disukai sesuai passion mereka.

Mereka lebih suka bekerja dengan cara mereka sendiri (one man show), meski di intersepsi oleh orang lain tetap akan bertahan pada pendirian mereka sendiri dan fokus mengembangkan ide-ide kreatif mereka sendiri.

2. Punya ketertarikan atau minat tersendiri yang kuat di bidang tertentu dan tidak seorang pun bisa mencegah mereka.

Sebagai contoh adalah Bill Gates

Dia adalah pendiri dari Microsoft dan termasuk orang yang terkaya sejagat raya ini.

Sejak SMA dia sudah tertarik dengan komputer, namun kuliah mengambil jurusan hukum oleh karena permintaan ayahnya. Dia lebih memilih keluar dari Hardvard University untuk meneruskan passion-nya.

3. Kurang memperhatikan penampilan.

Pernah gak melihat orang jenius yang banyak gaya atau glamor. Mostly, orang jenius terlihat sederhana, apa adanya dan gak pusing dengan masalah penampilan dan penilaian orang lain.

Mereka lebih cenderung sibuk mengembangkan pikiran, ide-ide kreatif dan kepribadian mereka. Lihat saja pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sederhana sekali bukan!

4. Orang jenius mempunya memiliki imajinasi yang kuat

Literasi Milenial-Jenius-Ciri-ciri orang jenius-cerdas-pintar

Albert Einstein pernah mengatakan:

Imagination is more important than knowledge. But Knowledge empowering imagination

Imajiani lebih penting dari pada pengetahuan, tetapi pengetahuan memperkuat imajinasi.

By the way, anyway,

Pernahkah kamu juga mendengar “Logic or knowledge will get you from A, to B or C, but Imagination will get you to everywhere across the whole universe” Silahkan diartikan sendiri di kolom koment ya, hehehe.

Orang jenius cenderung memiliki imajimasi yang kuat, cenderung mendengar dan memiliki rasa ingin tahu (curiosity) yang sangat tinggi.

Hal ini membuat mereka sangat suka mengamati fenomena-fenomena sekitar nya sampai hal-hal yang detail yang kebanyakan orang tidak berpikir demikian.

Lihat saja Albert Einstein yang berhasil menemukan teori relativitas dan rumus fisika kuantum. Atau mungkin Sir Isaac Newton.

Suatu hari, ketika Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel sambil membaca buku. Pada saat itu dia mendapatkan insight (inspirasi)
ketika apel jatuh dari pohonnya.

Dia mempertanyakan, kenapa bisa apel-apel ini jatuh ke bawah?
Dari kejadian tersebutlah maka ditemukan teori gravitasi bumi

5. Sering berbicara sendiri alias Talk to their ownself

Orang jenius sering berbicara dengan diri mereka sendiri. Buat apa kira-kira?

Pernah gak lihat teman lo, kakak, orang tua atau mungkin diri lo sendiri ngalamin hal ini?

Eits, Mereka bukan gila ya. Tetapi mereka sedang melakukan diskusi atau interaksi serius dengan menempatkan atau memposisikan diri sendiri sebagai orang lain.

Hal ini akan melatih dan mengembangkan saraf-saraf neuron pada otak sehingga membuat otak bekerja lebih efisien dan aktif. Saraf-saraf neuron akan berkembang dan menjadikannya sebagai long term memory atau habbit

Menurut penelitian di jurnal “Quarterly Journal of Experimental Psychology” orang jenius cenderung berpikir lebih keras untuk menemukan suatu jawaban.

Orang-orang jenius memiliki softskill problem solving (menyelesaikan masalah) dan menjadi problem solver yang baik.

Itulah sebabnya jika kalian mengamati ada banyak sekali orang-orang kaya atau billionare yang basic kepribadiannya adalah problem solving, Ellon mask, Dan Pena, dll

Orang-orang jenius menyukai permainan – permainan puzzle, tactic, strategi, RPG.
Hal ini berkaitan dengan kemampuan memecahkan masalah alias problem solving.


6. Orang jenius biasanya memiliki memiliki pembendaharaan kata yang luas.

Orang jenius mostly memiliki pembendaharaan yang banyak. Istilahnya adalah “Your brain on languange” dan berkaitan dengan keterampilan berbahasa tingkat tinggi.

Skill dalam menggunakan bahasa tingkat tinggi saling berkembang pada bagian hippocampus dan area cerebral cortex pada otak manusia yang berkaitan dan berkorelasi dengan memori, pikiran dan tindakan.

By the way, anyway, bukan berarti orang yang pintar berbicara adalah jenius ya! Masih ingat kan peribahasa yang mengatakan “Tong kosong nyaring bunyinya” (jawab artinya di kolom komentar). hehehe

7. Pintar sarkasme atau sarkastik

Selanjutya adalah sarkastik. Umumnya, orang-orang sarkas cenderung menggunakan kata-kata yang pedas, kasar , cenderung mengkritisi dan terkadang menyakiti perasaan.

Eits, sarkas yang di atas adalah tipe kepribadian yang cenderung negatif ya.

Beda halnya dengan orang jenius,
yang menggunakan kata-kata yang sarkas namun disampaikan dengan kata-kata yang halus tetapi tajam dan menusuk (skak mat alias mati kutu).

Ini tidak terjadi begitu saja ya dan gak semua orang bisa melakuan hal ini. Dibutuh keterampilan dan kreativitas untuk merakit kata-kata tersebut.

Orang jenius yang sarkastik berpikir secara abstrak, yang mana berpikir abstrak selalu berhubungan dengan kreativitas dan imajinasi untuk mendapatkan ide-ide baru.

8. Malas

Kalau ada pepatah mengatakan “Rajin pangkal pandai” berarti malas pangka bodoh dong ya. Berarti orang jenius adalah orang-orang bodoh dong?

Bukan, bukan.

Malas yang dimaksud adalah lebih ke sikap bodo amat atau kurang memperhatikan.

Misalnya malas memperhatikan masalah penampilan atau buku-buku yang berantakan kalau sedang belajar. Mereka berpikir hal tersebut tidak begitu penting dan tidak mau menghabiskan waktu mereka untuk hal tersebut. Mereka lebih fokus untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka.

9. Kidal

Tau ngakk sih. Orang kidal punya kecenderungan jenius loh.

Menurut “Journal of Clinical and Experimental Neuropsychology” tahun 2013 melansir bahwa pilihan penggunaan tangan berhuhubungan dengan fungsi otak dan kognisi seseorang. Sebagaimana diketahui pada tubuh manusia, otak kiri mengontrol tubuh bagian kanan dan otak kanan mengontrol tubuh bagian kiri.

Nah, rata-rata orang menggunakan otak kiri karena cenderung menggunakan tangan bagian kanan.

Sedangkan orang yang memaksimalkan tangan kiri alias kidal memaksimalkan otak kanan sehingga memaksimalkan fungsi penalaran (reasoning) spasial, memproses informasi dan kemampuan memutar presentasi mental dari suatu objek.

Suka doodling dan menggambar.

Tak semua orang loh bisa doodling dan menggambar. Dibutuhkan imajinasi dan kreativitas yang tingkat tinggi untuk melakukan hal ini.


10. Suka begadang alias Nocturnal

Dalam sebuah studi psikologi evolusioner, menemukan bahwa ritme atau jam biologi jam seseorang bisa dipengaruhi oleh tingkat IQ nya.
Orang yang suka begadang atau Nocturnal (bekerja di malam hari alias manusia kelewawar) cenderung memiliki kecerdasan yang tinggi. Tentu yang dimaksud adalah aktivitas yang mengaktifkan kinerja otak dan proses kognitif.

Bagi orang -orang jenius, malam hari adalah waktu yang tepat untuk mengembangakan bakat dan kreativitas mereka, di balut dengan suasanya sepi yang membuat mereka lebih fokus dan cepat memahami.

11. Introvert alias penyendiri

orang jenius atau cerdas selalu fokus dengan apa yang mereka suka dan memprioritaskannya. Orang jenius sadar bahwa mereka punya potensi untuk salah, oleh sebab itu mereka lebih menyukai kesendirian untuk menyelesaikan masalah ketimbang mengumbar rencana yang belum pasti alias banyak omong kosong.

Mereka menyendiri dan asyik dengan dunianya.

12.Suka membaca

Pernah dengar istilah ini:

Today a reader, tomorrow a leader
atau
The more you learn, the more you earn

Warren Buffett

Silahkan di translate sendiri dan jawab di kolom koment

Membaca adalah salah satu jalan atau jendela menuju ilmu pengetahun. Itulah sebabnya orang jenius akan selalu mendapatkan ide-ide kreatif ketika mereka membaca atau berliterasi.

Mereka suka meng-upgrade diri mereka “personal Development” dengan membaca sebagai acuan untuk bertindak atau take action. Mereka memiliki prinsip bahwa proses tidak akan pernah menghianati hasil.

Baca Juga: Perbedaan Introvert, Ekstrovert dan Ambivert

Well,

guys, lupakan judging dan gambaran kuno yang mengatakan bahwa orang-orang yang jenius itu adalah kutu buku dan berkacamata tebal, melainkan punya kebiasaan-kebiasaan yang unik seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Nah, apakah kalian salah satunya?

Semoga artikel ini bermanfaat, share ke social media mu supaya semakin banyak yang mengetahui apakah mereka jenius atau tidak.

Jika kamu memiliki beberapa ciri-ciri di atas, silahkan di koment di bawah, barang kali kamu termasuk orang jenius alias cerdas.

Have a nice day.

loading...
LITERASI MILENIAL
By LITERASI MILENIAL Januari 26, 2020 18:58
Write a comment

6 Comments

  1. taehyung BTS Januari 29, 07:38

    keren pak !

    Reply to this comment
  2. ILON Januari 29, 07:40

    Nice Mr

    Reply to this comment
  3. isak madali Februari 3, 09:15

    emejing

    Reply to this comment
  4. Jenius Februari 4, 19:20

    Sangat bagus…
    Kembangkan

    Reply to this comment
  5. Eisntein Februari 14, 07:33

    nice info !

    Reply to this comment
View comments

Write a comment

<

Artikel Terbaru

    No posts where found

Arsip Bulanan

Komentar Terbaru

  • orang cantik

    orang cantik

    mantap

    View Article
  • sadgirl

    sadgirl

    ngebantu kerja mindmapp sih :), fighting mr!!!

    View Article
  • Ando

    Ando

    Situs ini gak mau di pakein DMCA kah? supaya terhindar dari pihak pihak yang copy paste illegal

    View Article
  • warga +62

    warga +62

    tidak apa apa nomor 72 yg penting Indonesia berada di peringkat 1 dalam tingkat kesantuyan .

    View Article
  • Agung

    Agung

    Diproteksi kata sandi

    View Article